Tulisan Terbuka oleh Edy Noor Reduan


4 Disember 2013

Sampai Masanya, Kita Belajar Dari Mereka Tentang Negara Bangsa


Indonesia... Mungkin ramai antara kita yang memandang rendah terhadap negara Indonesia, kita anggap mereka jauh ketinggalan, kita anggap negara tersebut kurang berjaya berbanding kita?


Ya benar, ramai warga indon yang mencari sumber kekayaan dari bumi Malaysia. Itu salah satu indikasi yang mencerminkan negara kita lebih ke depan. Namun, dari sudut kenegaraan, dari sudut patriotik, dari sudut penyatuan bangsa, kita jauh ketinggalan...


Lihat bagaimana respon Indonesia dalam setiap isu melibatkan kedaulatan negara mereka. Lihat sahaja isu terbaru pengintipan oleh negara Australia, tindakan yang diambil bukan hanya dari peringkat rakyat, malah di peringkat pemimpin dan pemerintah Indonesia.


Habis gegak gempita satu Jakarta. Kedutaan dikepong oleh rakyat tatkala pemerintah Indonesia tidak segan mengarahkan diplomat terus dihalau. Malah usul memutuskan hubungan dua hala tanpa mengira untung rugi atas tindakkan tersebut, adalah satu keberanian dan terpuji. Ini suatu yang sangat positif yang tidak kita miliki.


Lihat juga bagaimana rakyatnya sayang terhadap negara. Belum pun hilang pulau, baru hilang lagu 'Terang Bulan' yang dicopet, sudah cukup membuatkan setiap rakyat Indonesia marah dan membuak-buak dendamnya.


Perlu diingat, mereka hanya sebuah republik, mereka tiada raja dan sultan. kita di Malaysia, ada agong, ada raja, ada sultan dan kaum kerabatnya... tapi di manakah sifat kenegaraan warga Malaysia?


Kita, Malaysia, ada bahan bersejarah berupa sebuah penjara lama, dirobohkan kerana nilai hartanah yang melambung. Nilai tersebut mampu saja menutup sejarah sebuah penjara, hanya penjara sahaja, tempat orang jahat, untuk apa diingati? Mereka lupa, kota ini sedikit aman dengan adanya penjara.


Kita, Malaysia, ada struktur bersejarah yang berklasifikasi purba, tidak dipeduli dan cuba dilupuskan. Candi Lembah Bujang 11 yang diroboh baru-baru ini mempunyai nilai sejarah purba yang tidak ternilai. Tetapi di mata pemerintah, itu adalah bahan bukti yang harus didiamkan - kerana kita malu dulu kita hindu? Lebih baik malu menjadi manusia jika tidak kenal asal usul.


Ada menteri besar pun, otaknya begitu kerdil. Sudah roboh candi binaan ribuan tahun, ingin dibangunkan pula yang baru. Apa yang dibina pada kemudian hari itu, hanyalah replika. Jelas kebijaksanaan itu tidak boleh diwarisi turun temurun.


Kita kalah dengan Indonesia dalam sudut yang penting ini. Kita wajar irihati bagaimana mereka bersatu dalam isu yang melibatkan kedaulatan negara mereka. Mungkin sampai masanya, kita belajar dari Indonesia, bagaimana caranya untuk menjadi sebuah negara bangsa.


Konklusinya, kita hanya mempunyai gerombolan pemimpin yang peduli tembolok sendiri dan kaum kerabat kroninya sahaja. Lebih malang, gerombolan ini bukan sahaja tidak patriotik dan tiada nilai kenegaraan, malah mana-mana bahagian dalam negara ini jika boleh dijual, maka akan dijual sehabisnya... Pulau, batu, berputih mata lah kita...


Sultan dan raja? tak perlu cerita lah...


Edy Noor Reduan
Aktivis Blogger
Solidariti Anak Muda Malaysia (SAMM)



Translation: It is Time We Learn From Them About The Nation*

Indonesia ... Perhaps many of us look down on Indonesia. We consider them far behind. We consider them less successful than we are us?

Yes it is true, many Indonesians look for wealth in Malaysia . That is one indicator that reflect our country as more advanced. However, in terms of nationhood , from the point of patriotism , from the point of national unity, we are left far behind ...

See how the Indonesian respond to every issue involving the sovereignty of their country. Just look at the latest issue of spying by Australia, actions taken are not only from the people , but also at the
Leadership level and Indonesian government.

Excited out of the city. Embassy surrounded by people when Indonesian government did not hesitate to directed for the diplomats to be expelled directly. Even the motion to cut bilateral ties regardless of profit or loss is one of courage and admirable. This is a very positive trait which we do not have.

See also how the people love the country. Not even lose an island , just lose a song ' Terang Bulan ' because it was pirated, that was enough to get every citizen of Indonesia angry and boiling over in vengeance.

Bear in mind, they are only a republic. they have no kings and sultans. We are in Malaysia , there is a Supreme Commander, a king , a sultan and his kins ... but where is the sign of Malaysian nationhood?

We, Malaysia, have some historic materials in the form of an old prison, was demolished because the value of the property shot up. That value can only cover the history of a prison, just a prison, a place for bad people, why do we need to remember? They forget, the little town is a bit safe because of the prison .

We, Malaysia, have some historic structures that was classified as ancient, we did not care and tried to dispose of it. The Bujang Valley candi which was just demolished have ancient historic value that cannot be measured. But in the eyes of the government, this evidence ought to be suppressed because we are ashamed that we were Hindus. Better to be embarrassed about being human if do not know our origin.

There was a chief minister, his brain so small. After destroying a temple building thousands of years old, wishes to build a new one. What is built after this is only a replica. Clearly , this wisdom can not be passed down the generations .

We lose to Indonesia from this important angle. we should envy how they can come together on issues affecting the sovereignty of their country. Probably it is about time we learn from Indonesia on how to become a nation .

In conclusion, we have a mob leader who cares only about himself and his cronies. More fortunate, this mob not only unpatriotic and does not value statehood, but any part of the country if can be sold, until everything is totally sold ... Islands, rocks. We can only roll our eyes ...